aku sudah berkeluarga dan punya seorang anak, tetapi mereka kutinggalkan di kampung karena istriku punya usaha dagang di sana.Tapi lama kelamaan semua itu membauatku bosan.Ya...diJKT ini,walaupun aku merantau, ternyata aku punya banyak saudara dan karena kesibukan aku tdk sempat berkomunikasi dgn mereka.Akhirnya kuputuskan untuk menelepon Mas Adit, sepupuku.Hari Jumat minggu berikutnya aku ditlp Mas Adit untuk memastikan bahwa aku jadi menginap di rumahnya.Setelah makan siang,aku tlp MBA Lala,janjian pulang bareng Kami janjian di stasiun,karena MBA Lala biasa pulang naik kereta. "kalau naik bis macet banget.Lagian sampe rumahnya terlalu malem"begitu alasan MBA Lala.dan jam 17.00 aku bertemu MBA Lala distasiun.Tak lama,kereta yg ditunggu pun datang.Cukup penuh,tapi aku dan MBA masih bisa berdiri dgn nyaman.Kamipun asyik bercerita,seolah tdk mempedulikan kiri kanan.Tapi hal itu ternyata tdk berlangsung lama Lepas stasiun J,kereta benar2 penuh.Mau tdk mau posisiku bergeser dan berhadapan dgn MBA Lala. Inilah yg kutakutkan...!Beberapa kali, karena goygan kereta, dada montok MBA Lala menyentuh dadaku. Ahh...darahku rasanya berdesir,dan mukaku berubah agak pias.Rupanya MBA Lala mlihat perubahanku&ini konyolnya dia mengubah posisi dgn membaelakangiku.Alamaakk..siksaanku bertambaah..!Karena sempitnya ruangan,si "itong"-ku menyentuh pantatnya yg bulat manggairahkan.Aku hanya bisa berdoa semoga "itong" tdk bangun.Kamipun tetap mengobrol dan bercerita untuk membunuh waktu.Tapi, namanya laki2 normal apalgi ditambaah gesekan2 yg ritmis, mau tdk mau bangun juga "itong"-ku.Makin lama makin keras&aku yakin MBA Lala bisa merasakannya dibalik rok mininya itu.Pikiran ngeresku pun muncul,seandainya aku bisa meremas dada dan pinggulnya yg montok itu..oh...betapa nikmatnya.Akhirnya sampai juga kami diBks&aku bersyukur karena siksaanku berakhir.Kami kemudian naik angkot&sepanjang jalan MBA Lala diam saja.Sampai dirumah,kami beristirahat,mandi dan kemudian makan malam bersama keponakanku. Selesai makan malam, kami bersantai, dan tak lama kedua keponakanku pun pamit tidur."Ndrew,MBA mau bicara sebentar"katanya,tegas sekali."Iya MBA.. kenapa"sahutku bertanya.Aku berdebar,karena yakin bahwa MBA akan memarahiku akibat ketdksengajaanku dikereta tadi."Terus terang aja ya.MBA tau kok perubahan kamu dikereta.Kamu ngaceng kan?" katanya,dgn nada tertahan seperti menahan rasa jengkel. MBA tdk suka kalau ada laki2 yg begitu keperempuan.Itu namanya pelecehan.Tau kamu?!""MMm.. maaf, MBA..", ujarku terbata2."Saya tdk sengaja.Soalnya kondisi kereta kan penuh banget.Lagian,nempelnya terlalu lama.. ya..aku tdk tahan""Terserah apa kata kamu,yg jelas jgn sampai terulang lg.Banyak cara untuk mengalihkan pikiran ngeres kamu itu.Paham?!" bentak MBA Lisa."Iya, MBA. Saya paham.Saya janji tdk ngulangin lagi""Ya sudah.Sana,kalau kamu mau main PS. MBA mau tidur2an dulu. kalau pengen nonton filem masuk aja kamar MBA." Sahutnya. Rupanya,tensinya sudah mulai menurun.Akhirnya aku main PS di ruang tengah.Karena bosan,aku ketok pintu kamarnya. Pengen nonton film. Rupanya MBA Lala sedang baca novel sambail tiduran.Dia memakai daster panjang.Aku sempat mencuri pandang ke seluruh tubuhnya.Kuakui,walapun punya anak dua,tubuh MBA Lala betul2 terpelihara.Maklumlah,modalnya ada.Akupun segera menyetel VCD dan berbaring dikarpet,sementara MBA Lala asyik dgn novelnya.Entah karena lelah atau sejuknya ruangan, atau krena apa akupun tertidur.Kurang lebih 2jam&aku terbangun.Film telah selesai,MBA Lala juga sudah tidur. Terdengar dengkuran halusnya.Wah, pasti dia capek banget,pikirku.Saat aku beranjak dari tiduranku, hendak pindah kamar, aku terkesiap. Posisi tidur MBA Lala yg agak telungkup kekiri dgn kaki kana terangkat keatas benar2 membauat jantungku berdebar. Bagaimana tdk? Di depanku terpampang paha mulus, karena dasternya sedikti tersingkap. MBA Lala berkult putih kemerahan, dan warna itu makin membauatku tak karuan. Hatiku tambaah berdebar, nafasku mulai memburu.. birahiku pun timbul..Perlahan, kubelai paha itu.. lembaut.. kusingkap daster itu sampi pangkal pahanya..dan.. AHH... "itong"-ku mengeras seketika. MBA Lala ternyata memakai CD mini warna merah.. OHH GOD.. apa yg harus kulakukan...Aku hanya menelan ludah melihat pantatnya yg tampak menggunung, dan CD itu nyaris seperti G-String. Aku bener2 terangsang melihat pemandangan indah itu, tapi aku sendiri merasa tdk enak hati, karena MBA Lala istri sepupuku sendiri, yg mana sebetulnya harus aku temani dan aku lindungi dikala suaminya sedang tdk dirumah. Namun godaan syahwat memang mengalahkan segalanya.Tak tahan,kusingkap pelan2 celana dalamnya&tampaklah gundukan memeknya berwarna kemerahan.Aku bingung..harus kuapakan..karena aku masih ada rasa was2, takut, kasihan...tapi sekali lagi godaan birahi memang dahsyat.Akhirnya pelan2 kujilati memek itu dgn rasa was2 takut MBA Lala bangun.Sllrrpp..mmffhh... sllrrpp... ternyata memeknya lezat juga,ditambaah pubic hair MBA Lala yg sedikit, sehingga hidungku tdk geli bahkan leluasa menikmati aroma memeknya.Entah setan apa yg menguasai diriku, tahu-tahu aku sudah mencopot seluruh celanaku.Setelah "itong"-ku kubasahi dgn ludahku, segera kubenamkan ke memek MBA Lala. Agak susah juga, karena posisinya itu.dan aku hasrus ekstra hati-hati supaya dia tdk terbangun. Akhirnya "itongku"-ku berhasil masuk. HH... hangat rasanya.. sempit..tapi licin... seperti piston di dalam silinder. Entah licin karena MBA Lala mulai horny, atau karena ludah bekas jilatanku..entahlah. Yg pasti, kugenjot dia.. naik turun pelan lembut..tapi ternyata nggak sampai 5mnit.Aku begitu terpukau dgn keindahan pinggul dan pantatnya, kehalusan kulitnya,sehingga pertahananku jebol. Crroott... ccrroott.. sseerr.. ssrreett.. kumuntahkan maniku di dalam memek MBA Lala.Aku merasakan pantatnya sedikit tersentak. Setelah habis maniku, pelan2 dgn dag-dig-dug kucabut penisku. "Mmmhh...kok dicabut tititnya.."suara MBA Lala parau karena masih ngantuk.Gantian dong..aku jg pengen.."Aku kaget bukan main.Jantungku tambaah keras berdegup."Wah.. celaka.."pikirku."Ketahuan,nich..."Benar saja! MBA Lala mambaalikkan badannya.Seketika dia begitu terkejut&secara refleks menampar pipiku.Rupanya dia baru sadar bahwa yg habis menyetubuhinya bkan Mas Adit,melainkan aku,sepupunya."Kurang ajar kamu,Ndrew", makinya. "KELUAR KM...!" Aku segera keluar dan masuk kamar tidur tamu.Didlam kmar aku bener2 gelisah.. takut.. malu..apalagi kalau MBA Lala sampai lapor polisi dgn tuduhan pemerkosaan.Wah..terbayg jelas di benakku acara Buser...malunya aku.Aku mencoba menenangkan diri dgn membaaca majalah,buku,apa saja yg bisa membauatku mengantuk&entah brapa lama aku membaca,aku pun akhirnya terlelap.Seolah mimpi,aku merasa "itong"ku seperti lagi keenakan.Serasa ada yg membelai.Nafas hangat dan lembaut menerpa selangkanganku.Perlahan kubuka mata..dan.."MBA Lala..jangan"pintaku sambail aku menarik tubuhku."Ndrew.." sahut MBA Lala,setengah terkejut."Maaf ya,kalau tadi aku marah2.Aku bener2 kaget liat kamu tdk pake celana,ngaceng lagi.""Terus, MBA maunya apa?" taku bertanya kepadaku. Aneh sekali, tadi dia marah2, sekarang kok.. jadi begini.."Terus terang, Ndrew.. habis marah2 tadi, MBA bersihin memek dari sperma kamu dan disiram air dingin supaya MBA tdk ikutan horny.Tapi... MBA kebayang2 titit kamu.Soalnya MBA belum pernah ngeliat kayak punya kamu. Imut, tapi di meki MBA kerasa tuh."Sahutnya sambail tersenyum.dan tanpa menunggu jawabanku, dikulumnya penisku seketika sehingga aku tersentak dibuatnya. MBA Lala begitu rakus melumat penisku yg ukurannya biasa2 saja.Bahkan aku merasakan penisku mentok sampai ke kerongkongannya. Secara refleks, MBA naik ke bed, menyingkapkan dasternya dimukaku.Posisii kami saat ini 69. dan,Ya Tuhan, MBA Lala sudah melepas CD nya.Aku melihat memeknya makin membaengkak merah.Labia mayoranya agak menggelambair,seolah menantangku untuk dijilat dan dihisap.Tak kusia2kan, segera kuserbu dgn bibirku.."SSshh.. ahh.. Ndrew.. iya.. gitu.. he-eh.. Mmmffhh.. sshh.. aahh" MBA Lala merintih menahan nikmat. Akupun menikmati memeknya yg ternyata bener2 becek. Aku suka sekali dgn cairannya. "Itilnya.. dong... Ndrew..mm..IYAA...AAHH...KENA AKU... AMPUUNN NDREEWW.."MBA Lala makin keras merintih dan melenguh. Goygan pinggulnya makin liar dan tak beraturan. Memeknya makin memerah dan makin becek. Sesekali jariku kumasukkan ke dalamnya sambail terus menghisap clitorisnya. Tapi rupanya kelihaian lidah dan jariku masih kalah dgn kelihaian lidah MBA Lala. Buktinya aku merasa ada yg mendesak penisku, seolah mau menyembaur."MBA... mau keluar nih..." kataku. Tapi MBA Lala tdk mempedulikan ucapanku dan makin ganas mengulum batang penisku. Aku makin tdk tahan dan.. crrootts... srssrreett... ssrett... spermaku muncrat di muutu MBA Lala. Dgn rakusnya MBA Lala mengusapkan spermaku ke wajahnya dan menelan sisanya. "Ndrewww.. kamu ngaceng terus ya.. MBA belum kebagian nih..." pintanya.Aku hanya bisa mmeringis menahan geli, karena MBA Lala melanjutkan mengisap penisku. Anehnya, penisku seperti menuruti kemauan MBA Lala. Jika tadi langsung lemas,ternyata kali ini penisku dgn mudahnya bangun lg.Mungkin karena pengaruh lendir memek MBA Lala sebab pada saat yg sama aku sibuk menikmati itil dan cairan memeknya, aku jadi mudah terangsang lagi.Tiba2 MBA Lala bangun dan melepaskan dasternya."Copot bajumu smua,Ndrew"perintahnya. Aku menuruti perintahnya dan terperangah melihat pemandangan indah didepanku.Buah dada itu membausung tegak. Kuperkirakan ukurannya 36B. Puting dan ariolanya bersih,merah kecoklatan,sewarna kulitnya.Puting itu benar2 tegak ke atas seolah menantang kelelakianku untuk mengulumnya. Segera MBA Lala berlutut di atasku,dan tangannya membaimbaing penisku ke lubang memeknya yg panas dan basah. Bless... sshh..."Aduhh...Ndrew...tititmu keras banget yah..."rintihnya."kok bisa kayak kayu sih...?"MBA Lala dgn buasnya menaikturunkan pantatnya,sesekali diselingi gerkan maju mundur.Bunyi gemerecek akibat memeknya yg basah makin keras.Tak kusia2kan, kulahap habis kedua putingnya yg menantang, rakus.MBA Lala makin keras goygnya, dan aku merasakan tubuh dan memeknya makin panas,nafasnya makin membauru.Makin lama gerakan pinggul MBA Lala makin cepat,cairan memeknya membaanjir,nafasnya memburu dan sesaat kurasakan tubuhnya mengejang..bergetar hebat..nafasnynya tertahan."MMFF...SHSHH..AAIIHH...OUUGGHH...DREEWW... MBA KELUAARR...AAHHSSHH..." MBA Lala menjerit dan mengerang seiring dgn puncak kenikmatan yg telah diraihnya. Memeknya terasa sangat panas dan gerakan pinggulnya demikian liar sehingga aku merasakan penisku seperti dipelintir. dan akhirnya MBA Lala roboh di atas dadaku dgn ekspresi wajah penuh kepuasan. Aku tersenyum penuh kemenangan sebab aku masih mampu bertahan...Tak disangka, setelah istirahat sejenak,MBA Lala berdiri dan duduk di pinggir springbed.Kedua kakinya mengangkang, punggungnya agak ditarik ke belakang dan kedua tangannya menygga tubuhnya."Ndrew,ayo cepet masukin lagi. Itil MBA kok rasanya kenceng lagi.."pintanya stengah memaksa.Apa bleh buat,kuturuti kemauannya itu.Perlahan penisku kugosok2kan kebibir memek dan itilnya. Memek MBA Lala mulai memerah lagi,itilnya langsung menegang,dan lendirnya tampak mambasahi dinding memeknya."SShh..mm..Ndrew..kamu jail banget siicchh... oohh..." rintihnya."Masukin aja,yg...jangan siksa aku,pleeaassee..." rengeknya.Mendengar dia merintih dan merengek,aku makin bertafsu.Perlahan kumasukkan penisku yg memang masih tegak kememeknya yg ternyata sgt becek dan trasa panas akibat masih memendam gelora birahi.Kugoyg maju mundur perlahan,sesekali dgn gerakan mencangkul dan memutar.MBA Lala mulai gelisah, nafasnya makin membauru,tubuhnya makin gemetaran.Tak lupa jari tengahku memainkan dan menggosok clitorisnya yg ternyata benar2 sekeras dan sebesar kacang. Iseng2 kucabut penisku dari liang surganya, dan tampaklah lubang itu menganga kemerahan.. basah sekali..Gerakan jariku di itilnya makin kupercepat,MBA Lala makin tdk karuan gerakannya. Kakinya mulai kejang dan gemetaran,demikian pula sekujur tubuhnya mulai bergetar dan mengejang bergantian.Lubang memek itu makin becek,terlihat lendirnya meleleh dgn derasnya dan segera saja kusambaar dgn lidahku..direguk habis semua lendir yg meleleh.Tentu saja tindakanku ini mengagetkan MBA Lala, terasa dari pinggulnya yg tersentak keras seiring dgn jilatanku di memeknya.Kupandangi memek itu lagi dan aku melihat ada seperti daging kemerahan yg mencuat keluar,bergerinjal berwarna merah seolah2 hendak keluar dari memeknya dan nafas MBA Lala tiba2 tertahan diiringi pekikan kecil..dan ssrr...ceerr..aku merasakan ada cairan hangat muncrat dari memeknya."MBA..udah keluar?"tanyaku. "Beluumm..Ndreew..ayo sayg..masukin penis kmu...aku hampir sampaaii.."erangnya.Rupanya MBA Lala sampai terkencing2 menahan nikmat.Akibat pemandangan itu aku merasa ada yg mendesak ingin keluar dari penisku, dan segera saja kugocek MBA Lala sekuat tenaga dan secepat aku mampu, sampai akhirnya.. "NDREEWW... AKU KELUAARR... OOHH... SAYG... MMHH... AAGGHH... UUFF..."MBA Lala menjerit dan mengerang tdk karuan sambail mengejang-ngejang.Bola matanya tampak memutih, dan aku merasa jepitan di penisku begitu kuat. Akhirnya bobol juga pertahananku.."MBA.. aku mau muncrat nich.." kataku."Keluarin sayg... ayo sayg, keluarin di dalem...aku pengen kehangatan spermamu sekali lagi..."pintanya sambail menggoygkan pinggulnya, menepuk pantatku dan meremas pinggulnya.Seketika itu juga..Jrruuoott... jrroott...srroott.."Mbaaakk.. MBAAAKK... OOGGHH... AKU MUNCRAT MBAAAKK..." aku berteriak. "Hmm.. ayo sayg... keluarkan semua... habiskan semua... nikmati, sayg... ayo... oohh... hangat... hangat sekali spermamu di rahimku.. mmhh..." desah MBA Lala manja menggairahkan. Akupun terkulai diatas tubuh moleknya dgn nafas satu dua. Benar2 malam jahanam yg melelahkan sekaligus malam surgawi. "Ndrew, makasih ya... kamu bisa melepaskan hasratku.." MBA Lala tersenyum puas sekali.. "He-eh.. MBA.. aku juga.." balasku. "Aku juga makasih bleh menikmati tubuh MBA. Terus terang, sejak ngeliat MBA, aku pengen bersetubuh dgn MBA. Tapi aku sadar itu tak mungkin terjadi. Gimana dgn keluarga kita kalau sampai tahu." "Waahh.. kurang ajar juga kau ya..."kata MBA Lala sambail memencet hidungku."Aku tdk nygka kalau adik sepupuku ini pikirannya ngesex melulu.Tapi,sekarang impian kamu jadi kenyataan kan?" "Iya,MBA. Makasih banget..aku bleh menikmati semua bagian tubuh MBA."Jawabku."Kamu pengalaman pertamaku,Ndrew.Maksud MBA, ini pertama kali MBA bersetubuh dgn laki2 selain Mas Adit. tdk ada yg aneh kok.Titit Mas Adit jauh lebih besar dari punya kamu. Mas Adit juga perkasa,soalnya MBA berkali2 keluar kalau lagi join sama masmu itu"sahutnya."Terus, kok keliatan puas banget?Cari variasi ya?"aku bertanya."Ini pertama kalinya aku sampai terkencing2 menahan nikmatnya gesekan jari dan tititmu itu.Suer,baru kali ini MBA sampai pipisin kamu segala. Kamu nggak jijik?" "Ooohh.. itu toh..? Kenapa harus jijik? Justru aku makin horny.." aku tersenyum. Kami berpelukan dan akhirnya terlelap. Kulihat senyum tersungging di bibir MBA Lalaku tersayg...
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar